Kitab ini sama seperti kitab kuning yang lain, tak berharokat tentunya. Bahkan kebetulan pula kertas yang digunakan masih berwarna kuning, tidak seperti kitab kuning lain yang sudah bermigrasi ke kertas putih dan harusnya tidak disebut kitab kuning lagi ^_^. Terlepas dari penamaan kitab tersebut, kitab Mujarrobat ini isinya sangat membuat saya takjub.
Dikemas dengan bentuk per-Bab, kitab ini membuai pembacanya seakan-akan dia hanya akan membaca kitab satu bab, padahal setelah satu bab masih ada bab bab yang lain di belakangnya. Imbuhnya, pembaca terus bersemangat membacanya, bak semangat seorang petani yg mencangkul sawahnya yg berpetak-petak yg tentu lebih semangat dari petani yg mencangkul sawah luas tapi tak berpetak. Selain pengemasan yg menarik, isinya menarik juga. Isi Kitab ini adalah tentang cara mengobati penyakit baik dhohir maupun bathin, upaya menjauhi kejahatan, bahkan menghancurkan musuh yang mengganggu kita.
Tak segan-segan, Ayat Al Qur’an dan Al Hadits digaetnya untuk dijadikan obatnya ini. Siapa yang tidak kagum coba, kitab ini mengamini pernyataan bahwa Al Qur’an itu diturunkan sebagai obat dan rahmat bagi manusia. Diawali dengan uraian fadhilah beberapa surat dan potongan ayat, kitab ini seakan-akan meyakinkan pembaca lebih awal sebelum menginjak pada bab selanjutnya.
Begitu banyak ternyat khasiat setiap ayat dalam Al Qur’an, dan baru saya sadari ketika saya belajar kitab ini. Pantas saja guru saya memerintah untuk menuliskan setiap khasiat tersebut dalam catatan khusus karena sangat amat berharganya ilmu dalam kitab tersebut… Subhanallah…