PKM

Inilah salah satu cara yang ditempuh oleh ITB untuk mentrigger mahasiswanya agar bisa menghasilkan karya yang benar-benar bermanfaat bagi umat manusia. Walaupun pada kenyataannya ITB seringkali diperlakukan secara tidak adil oleh para juri yang bertugas, tetapi ITB tetap  berusaha mengirimkan seluruh karya yang diajukan  oleh mahasiswanya.

Kalo dulu ada kegiatan kayak gini gak ya? Tapi jika denger-denger omongan para dosen sih katanya sekarang tuh mahasiswa ITB tuh mulai turun dalam hal kreativitasnya. Mungkin kita gak tau sih persisnya mengenai hal tersebut, tapi ya siapa sih yang gak percaya omongan dosen sendiri.

Nah, sekarang pun saya sedang mencoba membuat usulan buat diajuin di PKM tahun 2008 ini. Mungkin kalo dilihat dari idenya sih emang agak cupu, tapi jangan salah ide yang kami ajukan ini lumayan berpeluang tuk bisa maju ke tahap selanjutnya. Idenya  adalah membuat mesin penghitung jumlah raka’at sholat. Jika dilihat dari pengalaman tahun kemarin, yang menang tuh justru para peserta yang mengusulkan ide yang tidak terlalu hitech untuk bidang penerapan teknologi. Hal yang menjadi pertimbangan kami juga adalah mengenai cost yang dihabiskan untuk pembuatan alat ini. Alat yang hanya dibentuk dari rangkaian logika ini diperkirakan tidak akan menghabiskan kocek lebih dari seratus ribu. Mungkin jika diproduksi secara besar-besaran biayanya bisa lebih ditekan lagi. Y, harapannya sih kami bisa lolos tentunya dan semoga bisa membawa nama baik ITB di kancah Nasional. Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater.

5 Balasan ke PKM

  1. {F4154LMAN} mengatakan:

    klo ngitung rokaat solat nanti bukannya malah jadi ngga khusyu jel?

  2. Abdul Qodir Jaelani mengatakan:

    Itu dia masalahnya man, kami pun sebenarnya pernah terpikir seperti itu. Tapi, dosen yang ngasih idenya justru ngasih masukan. Asumsi orang yang menggunakannya menganggap benda itu seperti halnya benda-benda yang ada di depannya ketika dia sholat. Ya diumpamakan gambar mesjid-mesjid yang suka ada di sejadah sih. Selain itu, kan tujuan kita tuh untuk mereduksi kekurangkhusyuan karena lupanya jumlah raka’at yang telah kita lalui. Mungkin itu yang bisa saya jelaskan, ya walaupun tidak masuk akal, tapi dosen yang ngasih kami ide yakin kok Insya Allah tembus lah ptoposalnya. Minta do’anya ya Man.

  3. lamida mengatakan:

    Gimana hasilnya?
    Lolos gak?
    Pengumumannya udah keluar kan?

  4. Abdul Qodir Jaelani mengatakan:

    Gak bal….. ITB cuman lulus 21 peserta semenatar Universitas yang lain ada yang sampe 197 peserta. Ya pantes aja, ITB kan cuman ngirim kurang dari 100 proposal. Kan tadinya yang ngirim 100 pertama bakal dapet uang pengganti fotokopi gratis seratus ribu rupiah, dan ternyata kami pun dapet. Padahal kami ngirim udah hampir paling telat, dan ternyata mahasiswa ITB yang ngirim tidak lebih dari seratus peserta. Ayo,,, semangat dong anak-anak ITB. Kemana kalian???????

  5. memy mengatakan:

    Wah, Semangat !!!!

    gimanapun juga kalian dah berusaha, salut deh bwt kalian,,, btw, lumayan juga ya dpt ganti rugi fotokopi… Coba di universitas gw jg dksih gtuan, bklan byk yg termotifasi tuh…..

    salam kenal aj deh bwt klian!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: