Ketika Cinta Bertasbih

Inilah dwilogi yang kembali menjadi karya seorang sarjana lulusan Al Azhar,,,,, duh jadi pengen kuliah di sana….

Dengan karakter Azzam yang berbeda dengan Fahri di novel Ayat-ayat Cinta, kang abik berhasil lagi (menurut saya) membawa pembaca seakan pergi bersafari ke negeri seribu menara. Azzam yang dengan semangat bekerjanya bisa membuahkan hasil yang luar biasa. Walaupun dia lulus dengan waktu yang lebih lama daripada mahasiswa sarjana biasanya, namun dia berhasil membentuk skill yang lain di bidang usaha. Wah, sungguh pengennya hati ini seperti dia.

Sebenarnya baru membaca jilid1 sih, tapi berhasil maping di jilid 2 kok.

Lanjutinn komentarin ah,,,

Azzam yang dulu terbiasa hidup susah di Pesantren tidak sedikitpun merasakan aneh dengan kehidupan yang sangat susah di Mesir. Dia menjadi tulang punggung keluarganya sepeninggal ayahnya saat dia baru tingkat satu di Al Azhar. Inilah pesan moral yang hendak disampaikan oleh Kang Abik kepada generasi muda yang walaupun sedang dalam kegiatan jihad belajar, tapi jika memang keluarga membutuhkan, ya mau tidak mau dan harus ikhlas membantu keluarga. Perjuangan inilah yang menjadi ladang berjihad seorang Azzam untuk berusaha menjadi seorang Muslim sejati (duh pengennya).

Salah satu dari kesekian banyak kelebihan novel ini adalah mutiara indah ilmu pengetahuan Islam yang selalu menjadi ciri khas kang Abik. Ilmu Ushul Fiqih yang dimuat dalam novel ini salah satunya mengambil dari kaidah “Al Istru bilqurbi makruhun, wa fi ghairihi mahbubun“. Yang mempunyai arti “lupa euy…….”

Udah ah,,, nanti dilanjutin…..

2 Balasan ke Ketika Cinta Bertasbih

  1. suficinta mengatakan:

    ngomong2 ttg kang abik insyaAllah tanggal 16 Maret akan berkunjung ke UIN Sunan Kalijaga…trz insyaAllah di Pesantren Mahasiswa Daaru Hiraa juga……

    wahhh…apik-apik ilmu ushul fiqh e maz…

    salam dr negeri gudeg

  2. Abdul Qodir Jaelani mengatakan:

    Wah, dulu pas di kampusku aku malah sibuk ngerjain laporan mas. Beruntung banget kamu nih…. Aku hanya bisa berkenalan dengan kang Abik lewat karyanya mas… Ingin rasanya ngomong bahasa Arab ama dia…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: