Sedikit Pemahaman Tauhid


Dalam pepatah kita mengenal
istilah “tak kenal maka tak sayang”. Jika
kita tidak mengenal, tentunya jangankan rasa sayang, tapi rasa tahu pun tidak
akan bisa kita peroleh. Pepatah tersebut sebenarnya bisa dijadikan dalil bagi
kita apa gunanya kita belajar ilmu tauhid. Setelah kita tahu ilmu tauhid maka
diharapkan kita mengenal Allah Subhanahuwata’ala dan sifat Rasulullah SAW.

Dalam
memahami ilmu tauhid ini memang diperlukan usaha yang bukan main-main karena
untuk mendapatkan ilmu yang sangat penting tentunya diperukan usaha yang serius
juga. Salah satu sifat Allah Subhanahuwata’ala yang wajib diketahui dan
difahami baik dalil dan penjelasannya adalah sifat Kalam.

Sifat
Kalam Allah Subhanahuwata’ala tidak
terdiri dari huruf, suara, perubahan I’rob,
Bina,
dan tentunya terlepas dari pengaruh ruang dan waktu. Mungkin
pemahaman awam akan mendekati pemahaman sifat Kalam ini lewat Al Qur’an yang diturunkan oleh Allah
Subhanahuwata’ala kepada Nabi Muhammad SAW. Sebenarnya Al Qur’an tidak bisa
kita jadikan dasar pemahaman tentang sifat Kalam
ini. Ada perbedaan yang sangat mencolok.

Al
Qur’an (baca : Mushaf Al Qur’an) terdiri dari huruf, bisa disuarakan,
terpengaruhi oleh I’rob, dan
menempati suatu tempat. Semua sifat tersebut adalah sifat Hawadits yang mustahil ditemukan pada sifat Allah
Subhanahuwata’ala. Oleh karena itu, pemahaman sifat Kalam Allah Subhanahuwata’ala yang notabenenya merupakan sifat Qodim tidak bisa lewat pemahaman kita
terhadap Mushaf Al Qur’an. Akan tetapi, apa yang difahami dari Mushaf Al Qur’an
merupakan sesuatu yang difahami dari sifat Kalam
Allah jikalau Allah
Subhanahuwata’ala membuka Hijab
antara kita dan seluruh sifat-sifat Allah Subhanahuwata’ala. Di sinilah ada
batasan sejauh mana kita harus mengetahui sfat-sifat Allah Subhanahuwata’ala
karena ada bagian sifat-sifat Allah yang sama sekali tidak akan pernah
diketahui oleh manusia dengan segala keterbatasan akal pikiran yang
dimilikinya. Walaupun ada perbedaan yang mencolok, kedua hal tersebut baik
Mushaf Al Qur’an ataupun sifat Kalam bisa
disebut Al Qur’an dan harus dibarengi dengan pemahaman mengenai perbedaannya.

Jika kita sudah mendapatkan pemahaman yang
benar mengenai tauhid yang sesuai dengan petunjuk Al Qur’an dan Al Hadits
melalui penjabaran para ulama, mudah-mudahan kita bisa selamat dari pengaruh
golongan-golongan yang sesat seperti kaum Mu’tazilah yang kerap kali
bertentangan dengan para ulama yang telah diakui kebenarannya. Semisal ketika
mereka memahami bahwa tidak mungkin Kalam
berbentuk tanpa ada huruf yang menyertainya. Para Ahli Sunnah menjawab hal
tersebut dengan jawaban mengenai Haditsunnafsi
yang biasa dikeluarkan oleh manusia.
Haditsunnafsi adalah suatu
kalam yang ternyata tidak berbentuk huruf dan bisa memberikan pemahaman bagi
seseorang yang mengeluarkannya. Jawaban Haditsunnafsi
tersebut hanya membenarkan bahwa ada kalam yang tidak berhuruf bukan
menunjukkan bahwa sifat Allah Subhanahuwata’ala disamakan dengan Haditsunnafsi yang merupakan perkara Hadits.

Hanya
kepada Allah-lah kita memohon petunjuk agar selamat dari pemahaman yang tidak
sesuai dengan jalan yang telah dirilis oleh para ulama terdahulu dengan jalan
tetap selalu Istiqomah dalam menuntu ilmu-Nya. Amin…

3 Balasan ke Sedikit Pemahaman Tauhid

  1. Pak Din mengatakan:

    Salam,

    Bagaimana untuk menjawab adanya pendapat mengatakan bahawa Al Quran bukan baharu? Mohon penjelasan.

  2. Abdul Qodir Jaelani mengatakan:

    Salam,
    Memang benar kan Al Qur’an bukan baharu? Baharu disini sama dengan baru (Hadits) lawannya lama (Qodim). Jika Al Qur’an yang dimaksud adalah mashaf Al Qur’an maka pemahaman tersebut salah. Terbukti bahwa Mashaf Al Qur’an tersebut memang dibuat pada zaman Sayyidina Utsman Radliyallaahu ‘anhu. Ketika banyaknya para penghafal Al Qur’an yang sudah tiada dan timbul ketidakseragaman dalam pembacaannya. Semoga bisa membantu
    Wallahu a’alam bishshowaab

  3. irfan mengatakan:

    apakah pemahaman tauhid seperti ini diajarkan Rasulullah terhadap para sahabat?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: