Muara Teweh

Beberapa hari yang lalu saya ditugaskan untuk ikut melakukan perbaikan jaringan listrik di salah satu ranting di Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah, tepatnya di Kabupaten Muara Teweh Provinsi Kalimantan Tengah. Wuh,,jaraknya sekita 500 km dari Kantor Wilayah tempat saya biasa bekerja. Di sini, jika kita bertugas memperbaiki jaringan, jarak tempuhnya bisa mencapai ratusan km. Bahkan ada daerah di Kalteng yang paling jauh yaitu Sukamara dengan jarak tempuh dua hari (mudah2an gak ditempatin di sana lah….).

Perjalanan jauh ini dimulai siang hari pada hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri, karena harus menunggu mobil dulu,,huh lumayan lama nunggunya. Awal perjalanan saya masih bisa menikmati enaknya mobil Innova yang saya tumpangi, tetapi setelah mencapai daerah Tamiang Layang 5 jam dari tempat berangkat, perjalanan sudah tidak terasa nyaman lagi, karena supir kami baru bilang ini baru setengah perjalanan. Wah, jauh banget ternyata ini. Warung demi warung tak lupa kami singgahi pula untuk melepas sedikit penat di perjalanan itu. Akhirnya pada pukul 19.30 WIB setelah melewati kelok-kelokan di hutan kami baru sampai di daerah Ampah, masih satu setengah jam lagi tibanya.

Setibanya kami di Ranting Muara Teweh kami langsung disambut Manager Ranting yang ke depannya selalu menemami kami makan siang dan malam selama lima hari berturut-turut. Kami langsung ngobrol tentang keadaan listrik di sana, tentunya saya hanya pendengar sejati sambil dikit-dikit nguap karena 9 jam perjalanan jauh sebelumnya. Bahas sana-sini akhirnya do’a saya terkabul, kami langsung bertolak mencari penginapan. Alhamdulillah.

Indahnya kota ini tak saya sadari semalem sebelumnya. Kota yang terlewati oleh Sungai Barito yang sangat panjang di Pulau Borneo ini masih menggunakan alat transportasi air. Tak jarang sesekali calo boat menawari saya untuk menaiki perahu karena kebetulan penginapan kami terletak di tepi pantai sungai ini. Orang sono bilang daerah tersebut adalah pantai. Jauhnya kota ini dari daerah lain menyebabkan harga makanan di sini lebih mahal dari harga pada umumnya. Sekali makan bisa mencapai Rp. 30.000,00, untung semuanya ditanggung senior yang membawa saya. Lima hari berada di Kota ini dengan suasana kerja bising di PLTD sudah cukup bagi saya untuk menambah pengalaman kerja pertama ini. Wuah…..Muara Teweh….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: