‘Abdulloh bin Mubaarok

Bagi yang sudah tidak asing dengan nama tersebut, saya yakin pasti takjub dengan karomah yang dimilikinya. Yup, pantas saja beliau memiliki karomah karena memang beliau adalah seorang waliyyulloh. Dan seperti Waliyyulloh yang lain, tidak satu dua karomah yang beliau miliki. Saya yakin itu.

Salah satu karomah beliau saya peroleh dari pengajian tadi pagi. Terima kasih kepada Pak Gunadi yang telah memfasilitasi pengajian tadi. Baarokallahu laka ‘umroka, wa baddalallahu laka maalaka, Aamiin..

Beliau adalah waliyyulloh yang memiliki ciri fisik kulit hitam dan bibir tebal, tapi tentu itu bukan menjadi kekurangan baginya. Kita tahu begitu hitam kulit Bilal bin Rabah, tapi begitu kuat juga keimanan yang dia miliki. Bahkan Nabi sendiri mengaku pernah mendengar bunyi sandalnya Bilal di surga, Masya Allah. Kembali ke ‘Abdulloh bin Mubaarok. Beliau hidup di Irak dan suatu ketika beliau hendak melakukan perjalanan ke Mekkah untuk berhaji dan umroh. Seperti layaknya rombongan yang lain, beliau mempersiapkan bekal dengan dua unta. Satu untuk beliau kendarai dan satu lagi untuk mengangkut bekal beliau pulang pergi.

Karena jaraknya yang sangat jauh, akhirnya beliau dan anggota rombongan lainnya beristirahat di suatu tempat. Di tempat tersebut beliau melihat seorang wanita yang sedang mencari sesuatu di tempat kotor, mungkin kalau sekarang di tempat sampah. Melihat kelakukan wanita tersebut yang tidak wajar dillakukan akhirnya beliau mendekatinya.

“Hai wanita, apa yang kau lakukan? Bukannya itu tempat kotor? Carilah makanan di tempat lain!” Tanya beliau kepada wanita yang ternyata sedang mencari makanan. Wanita itu menjawab “Apa pedulimu? Allah Subhanahu wata’ala telah mengahalalkan makanan haram ini kepadaku.” ‘Abdulloh bin Mubaarok wajar menanyakan hal tersebut karena wanita mengambil makanan dari bangkai, sisa makanan, dan apapun yang masih bisa dimakan dari tempat tersebut. Dengan wajah kaget atas jawaban wanita tersebut akhirnya beliau kembali bertanya. “Memang siapa kamu?”, tanyanya dengan wajah keheranan. Sambil menutup mukanya dengan kain dia menjawab, “Aku adalah keturunan Nabi Muhammad Sallahu’alaihi wa sallam. Dalam darahku mengalir darah keturunan Nabi”. Mendengar jawaban tersebut, hati ‘Abdulloh bin Mubaarok langsung koyak. Seketika beliau merasa bersalah jika harus melanjutkan perjalanannya. Dalam hatinya beliau berpikir sangat berdosa jika pergi bermaksud ziarah ke makam Nabi, tapi di tempat tersebut ada keturunan Nabi yang kelaparan.

Akhirnya dengan didasari rasa cintanya kepada Nabi, dia pun memberikan satu unta bekal perjalanannya dan kembali ke Irak dengan sisa satu unta lagi. Sementara anggota rombongan yang lain melanjutkan perjalanan, ‘Abdulloh bin Mubaarok dengan justru pulang dan yakin membatalkan perjalanannya.

Waktu terus berlalu dan akhirnya rombongan pun tiba kembali di Irak. Ketika bermaksud silaturahmi kepada anggota rombongan yang beliau tinggalkan pulang tanpa ijin, beliau terkejut dengan apa yang terjadi pada rekannya. “Hai ‘Abdullooh, kapan kau kembali ke Irak? Sombong sekali kau ketika kami panggil di Madina, Roudloh, Ma’la, dan tempat lainnya.” Tanya salah satu temannya. Tidak hanya satu orang yang melihat beliau di Mekkah, ternyata sahabat beliau yang lain pun melihatnya juga. Fenomena tersebut jelas membuat beliau bingung dan akhirnya terjawab di mimpi yang beliau alami.

Dalam mimpi tersebut dia bertemu dengan Rasululloh, dan seperti yang kita tahu bahwa mimpi bertemu dengan Rasululloh bukan sembarang mimpi dan Rasululloh tidak bisa diserupai oleh makhluk apapun di alam mimpi. Nabi berkata, “Ya ‘Abdallah, dengan harta yang kau berikan kepada keturunanku tempo hari, aku telah meminta Allah untuk mengutus Malaikat dengan wajah sepertimu untuk turun ke bumi dan melakukan ibadah haji dari tahun ini sama hari kiamat nanti. Dan engkau Ya ‘Abdallah, akan mendaptkan pahala ibadah haji Malaikat tersebut.” Dengan mimpi tersebut, beliau merasa tenang dan terus bersyukur kepada Allah. Subhaanalloh.

Dari kisah tersebut, seorang ulama pengarang kitab Khoshooishul Ummatil Muhammadiyyah bernama Syeikh Sayyid Muhammad bin ‘Alwi bin ‘Abbas Al Maliki Al Makkiy sering menunjukkan wajah ‘Abdulloh bin Mubaarok kepada murid-muridnya ketika beliau melaksanakan ibadah haji. Ya, memang beliau telah dibukakan hijab oleh Allah untuk melihat Malaikat dengan wajah ‘Abdulloh bin Mubaarok. Karena apa? Karena beliau adalah waliyyulloh juga. Jadi, sampai sekarang tiap ibadah haji dilaksanakan ada seorang Malaikat yang ikut turun ke bumi dengan wajah ‘Abdulloh bin Mubaarok, tapi pertanyaannya siapakah orang ‘beruntung’ bisa meliahatnya? Wallahu a’lam.

NB : Mohon koreki jika ada kesalahan. Tulisan ini ada sedikit tambahan yang mudah-mudahan tidak jauh dari cerita aslinya.

Satu Balasan ke ‘Abdulloh bin Mubaarok

  1. Kastolani mengatakan:

    Indahnya ahlak tersebut diatas semoga bisa menjadi contoh bagi kita semua amin,,,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: