Putih Hitam

Bagi kita yang pernah SMA atau MAN mungkin tidak asing dengan istilah Abu-abu’ers. Ya, istilah penyebutan anak remaja seusia itu. Pantas sekali. Namun kini, hampir sama dengan enam tahun silam, tapi dengan warna yang berbeda, putih hitam.

Ya, seragam itu sudah hampir sepuluh bulan gw pake. Ntah sampai kapan bakal gw lepas, tapi bukan di lingkungan sekolah ataupun pesantren melainkan di lingkungan kerja. Siklus penerimaan perusahaan yang awalnya memaksa gw memakai baju ini. Siklus tahap pembelajaran dunia kerja, sering disebut OJT (On the Job Training). Awalnya terpaksa, tapi lambat laun gw faham ternyata dalem banget filosofi seragam ini.

Perusahaan yang bergerak di bidang ketenagalistrikan pantas banget kalo harus care tentang energi dan pemanfaatannya. Demikian pula dengan perusahaan tempat gw mengais rezeki sekarang. Masalah tentu pasti ada, yang paling identik yang gw rasain sekarang adalah byar pet, pareum hurung (sunda), pajah banyala (banjar), atau mati hidup.

Kembali ke seragam. Nah, seragam yang gw kenakan ini adalah media penyadaran dini bagi gw sebagai calon pegawai untuk meningkatkan kepekaan terhadap dua istilah itu. Putih mengandung pesan bahwa perusahaan ini harus bisa menjaga agar putih (baca:terang) tersebut senantiasa terjaga, hitam mengandung pesan bahwa perusahaan ini harus cepat tanggap jika hitam (baca:gelap) ini melanda negeri ini.

Satu Balasan ke Putih Hitam

  1. Dian Puspita mengatakan:

    widiiihhh yang sudah meninggalkan putih hitam nya hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: